Pages

Tuesday, June 22, 2010

Sandwich to Go


Praktis bikinnya..
Praktis bawanya..
Praktis makannya..

Kalau weekend,saya dan suami biasanya rekreasi ke luar kota. Biar ga ribet (dan hi cost) kita memilih bawa bekal dari rumah. Sambil nongkrong di taman kota, ditemenin milkshake atau cuppa tea, hidangan ini bisa jadi pilihan menu yang pas. Bisa pula jadi pilihan Anda para mommy, yang harus nyiapin sarapan atau makan siang ditengah seabrek kesibukan ^^

Bahannya ibu2..
- 4 lembar seeded bread (bisa pake roti2 jenis lainnya)
- 2 lembar fresh lettuce (selada air)
- 2 lembar keju
- 150gr dada ayam tanpa tulang, rebus dengan perasan lemon dan sedikit garam sampe empuk
- 4sdm mayonaise
- 1/4 bagian bawang bombay, cincang halus
- salt & paper secukupnya

Caranya..
1. Cincang dada ayam, campur dengan bawang bombay, mayonaise, salt and paper, sampai rata, sisihkan

2. Atur lembaran roti, olesi dengan mayonaise ayam, lapisi dengan lembaran keju dan lettuce, tutup bagian atasnya dengan roti lagi. Siap disantap..

(untuk 2 orang)

Bakwan Jamur


Ini favoritnya Tuan rumah... Nyonya rumah juga jadi semangat bikinnya ^^
Enak buat cemilan di waktu tea time. Atau buat menu makan siang bareng sop ayam, enak juga.

Bahan:
- 300gr jamur kancing, cuci bersih dan belah 4 bagian, rebus dengan 1sdt garam (kalau yang peke kalengan langsung ditiriskan dari airnya)
- 4 sdm self-rising flour (kalau trigu biasa, campur dgn 1/2 sdt baking powder)
- 1 sdt kunyit bubuk
- 2 sdt ketumbar bubuk
- 2 sdt bawang putih bubuk
- 1 sdt garam
- 1 sdt lada hitam bubuk
- 1 buah telur ayam
- air secukupnya
- minyak untuk menggoreng

Caranya:
1. campur semua bahan sampai adonan kalis

2. Panaskan minyak, sendok adonan dan goreng sampai adonan habis. Tunggu hingga kuning keemasan, angkat dan sajikan panas dengan sambal botol.

Monday, June 21, 2010

Simply Nasi Uduk


Resep ini salah satu favorit saya, one dish meal-good taste-less effort at the kitchen. ^^
Firs trial nya pas acara pengajian mingguan suami yang rutin diadain dirumah, hasilnya...lovely!

Bahan Nasi Uduk:
- 3 canting beras pulen, cuci bersih
- 0,6 Liter air santan encer
- 3 lembar daun salam, cuci bersih
- Garam secukupnya

Bahan Ayam Kecap:
- 1kg ayam, rebus, ambil kaldunya 150ml
- 3 siung bawang putih, cincang halus
- 1 buah bawang bombay
- 2 cm jahe, iris halus
- 5sdm oyster sousce (kecap saos tiram)
- 8sdm kecap manis
- minyak untuk menumis
- Salt & Paper secukupnya

Bahan Kering Tempe:
- 250gr tempe, iris2 seperti korek api, goreng sampai kering.
- 4siung bawang merah, rajang kalus
- 3siung bawang putih, rajang halus
- 4 buah cabe rawit, rajang halus
- 5 sdm gula aren
- 70ml air matang
- minyak untuk menumis
- salt & paper secukupnya

Pelengkap:
- Irisan dadar telor
- Lalapan lettuce dan tomat
- Taburan bawang goreng

Caranya:
1. Untuk nasi uduk: campur semua bahan dalam rice cooker, masak sampe matang. Buang daun salamnya.

2. Untuk ayam kecap: panaskan minyak, tumis bawang putih, jahe, dan bombay sampai layu dan harum, masukkan ayam, air kaldu, oyster, kecap manis, salt& paper. Masak sampai kuah meresap dan mengental. Angkat.

3. Untuk kering tempe: panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih sampai harum, masukkan cabe rawit dan tumis sampai cabe layu. Masukkan tempe goreng, gula arem, dan air, masak sampai air meresap. Angkat.

4. Sajikan nasi uduk panas, dengan suwir dadar telur, ayam kecap, lalap, dan kering tempe. Taburi bawang goreng.

The Yumm-o Cottage Pie


Sore-sore menjelang weekend biasanya har yang santai, saya suka nyiapin masakan yang long lasting alias bisa dikonsumsi buat dinner, plus buat sarapan besok paginya.
Kapan hari pas sore2, saya dan seorang temen bikin Cottage Pie yang enak ini, resep aslinya pake beef, tapi kita modifikasi sedikit. Dan rsanya enyak, enyak, enyak. And as i told you before, hasil akhirnya cukup untuk throw a fine dining bersama kerabat, plus untuk sarapan besok paginya masih sangat enak. Try some!

Bahan:
- 500gr dada ayam tanpa tulang, cincang pake food processor
- 4buah tomat segar, cincang kasar
- 1 buah bawang bombay, cincang halus
- 5 buah bawang putih, cincang halus
- 1kg kentang, kupas dan rebus sampe lunak
- 6 lembar keju cheddar singles
- Minyak sayur secukupnya untuk menumis
- 100ml air matang
- salt & paper secukupnya

Caranya:
1. Panasin oven 250 derajat Celcius

2. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bombay sampai harum dan layu. Masukkan daging ayam, aduk sampai daging ayam berubah warna. Tambahin air, salt & paper, dan tomat, masak sampai semua bahan mixtured well.

3. Haluskan kentang rebus dengan masher, tambahin sedikit salt&paper, aduk sampai tercampur rata.

4. Susun dalam pinggan tahan panas: tumisan daging ayam, tutup dengan lembaran keju cheddar singles, dan terakhir tutup dengan mashed potato (kentang yang udah dihaluskan). Masukkin ke oven, panggang 20 menitan sampai permukaan kentang agak crisp kecoklatan. Matikan oven, biarin sampe pingan agak dingin sendiri di dalam oven. Keluarkan, potong sesuai porsi dan sajikan dengan saos.

Saturday, March 06, 2010

The Happy Moments

Hollaa..

Man its almost a year since the last time I wrote, what a long time no see you guys.. Para pembaca budiman, saya menunda-nunda terus untuk kembali menulis di blog ini setiap kali mood itu muncul. Bahkan seorang teman yang baru saya kenal yang ternyata adalah pembaca blog ini (saya sebetulnya senang dengan istilah “pembaca blog saya” haha.. sok ngetop gela) mengirim pesan di inbox-ku untuk kembali menulis. Tentu saja habis dapat pesan begitu langsung termotivasi untuk menulis. Tapi motivasi ya tinggal motivasi. Postingan mentah berupa draft-draft berserakan di dokumenku. Dan ide-ide seputar topic tulisan berserakan di kepala, hilir mudik, datang, tapi lalu pergi.

Jadi sudahlah. Saya akhirnya kangen juga pengin menulis lagi di blog. Saya masih akan terus mengelola blog ini. Walaupun belum professional, but I just simply think that by reading my journals, there gotta be something people can take from. So people, here Im back on track!

So, apa saja yang terjadi pada Anda dalam waktu hampir setahun belakangan ini?. Kenapa saya Tanya Anda duluan, karena yang selanjutnya akan jadi topik adalah seputar what happens to me lately. Here’s the short story you guys wanna hear..

Saya akhirnya berhasil menyelesaikan Penelitian Phenomenology yang jelas sekali dari kemarin-kemarin itu menyita waktu dan pikiran. Menjadi orangyang pertama bisa mempersembahkan penelitian jenis ini di kampus FEUII (bersama-sama dengan sukap) rasanya merupakan harga sepadan dengan lama waktu studi yang aku habiskan di kampus. Kami betul-betul kerja keras, yang bikin saya suka inget dengan masa-masa “keras” yang harus dilalui untuk membangun teori. Menemukan data-data dan sedemikian rupa membuat data-data tersebut “bicara”. Memperdebatkan kredibilitas temuan-temuan kami.

Ahh..mengasyikkan sekali saat saya harus menjelaskan kepada beberapa orang bahwa pendekatan ini tidak umum, namun sangat istimewa karena sifat pengungkapan detilnya. Dan tentunya, karena peneliti dalam phenomenologi punya kedudukan yang sangat istimewa yaitu sebagai alat analisis. And for bonus, of course, you can say bubye to statistic things… ^^

Dan mendapati bahwa dalam perjalanannya, penelitian ini mendapat apresiasi dari beberapa orang adalah hal yang lebih saya inginkan daripada sekedar lulus dari kampus. Saya ga akan pernah lupa saat seorang pimpinan unit bisnis yang saya kirimi ringkasan- menelpon saya hanya untuk mengungkapkan apresiasi dan ketertarikannya pada penelitian tersebut (ia bahkan ingin mengetahui penelitian saya sampai hasil akhirnya). Sebuah hal sederhana, yang tanpa ia sadari menjadi dukungan berarti saat saya mengalami masa krisis karena tidak banyak orang mengerti tentang pendekatan phenomenology.

Cukuplah masa yang menyenangkan saat bergulat dengan penelitian itu, saya harap sekarang copy-an karya saya mampu menginspirasi banyak orang, bermula dari perpus kami yang sederhana di FEUII. Dan para pembaca yang mungkin sedang terlibat dengan si-phenomenology ini, dengan senang hati saya dapat berbagi pengalaman. All you have to do is text me , free of charge baby..

Now, for another big thing happened to my life was the wedding. Yes, im merried. This charming guy really took my hand to enter a new beginning of life. Dan mulai sekarang, dari sinilah semua akan bermula :)

That is all folks… Saya betul-betul menikmati tiap momen tersebut terjadi pada diri saya. Menikmati tiap perubahan yang perlahan-lahan saya hadapi sebagai konsekuensi dari hidup-> tumbuh. Dan menuliskannya disini, membaginya untuk Anda para pembaca, bagi saya lebih seperti mengevaluasinya, memastikan bahwa selalu ada pelajaran yang dapat saya ambil dari hidup.